Jumat, 13 Mei 2011

Tugas Akhir Penelitian Kuantitatif

Contoh Proposal Kuantitatif oleh: Mujianto

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Keterampilan menulis merupakan muara ilmu bahasa, itu sebabnya dari keempat kemahiran berbahasa pemerolehan keterampilan menulis menjadi bagian paling akhir setelah, menyimak (listening), berbicara (spiking), membaca (reading) dan menulis (writing). Begitu juga jika ditinjau dari segi tingkat kesulitan, menulis merupakan kemahiran berbahasa yang paling sulit dilakukan. Hal ini terbukti pada setiap satuan pendidikan dari sekolah dasar sampai perguruan tinggi dalam wacana pendidikan di Indonesia, aspek menulis ini cenderung diabaikan sehingga peserta didik tidak memiliki kompetensi di bidang ini.
Terabaikannya keterampilan menulis tersebut, tidak lepas dari unsur guru dan dosen sebagai ujung tombak pendidikan yang bertanggung jawab langsung terhadap ketuntasan pembelajaran. Dalam konteks keterampilan menulis sebagai bagian dari pelajaran bahasa, kenyataannya telah gagal membuat lulusannya (khususnya Pendidikan Tinggi) sebagai sarjana sekaligus penulis (Alwasilah, 2001:112). Kelemahan dalam aspek menulis di kalangan sarjana terutama sarjana pendidikan bahasa ini, berdampak negatif terhadap keberhasilan mata pelajaran yang diampu. Apalagi dalam kurikulum berbasis kompetensi (KBK) yang sampai sekarang diterapkan menjadi standar isi dalam kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP). Bagaimana siswa akan tuntas dalam kompetensi dasar menulis kalau guru/dosen yang merancang (fasilitator) pembelajaran juga tidak memiliki kompetensi pada keterampilan menulis.
Kelemahan mahasiswa pendidikan bahasa terutama dalam keterampilan menulis karya ilmiah tidak hanya terjadi pada FKIP UPI (dahulu IKIP Bandung), UNJ (dahulu IKIP Jakarta), juga pada mahasiswa FKIP Untirta. Bahkan pada mahasiswa pascasarjana S2 Untirta banyak dijumpai keluhan sebagian besar mahasiswa jika diberikan tugas membuat karya ilmiah (makalah kuliah). Kesalahan yang paling dominan dilakukan adalah kerancuan kata sebagai akibat dari lemahnya penguasaan diksi dan kurangnya gairah belajar sebagai akibat dari sebagian besar dosen yang masih menerapkan model pembelajaran konvensional. Kondisi nyata mahasiswa lebih senang kalau dipulangkan atau tidak ada tatap muka, padahal mereka harus membayar mahal untuk dapat memasuki jenjang S2.
Idealnya mahasiswa S2 sudah memiliki kesadaran tinggi untuk belajar, tidak seperti peserta didik sekolah dasar yang belum sadar akan kewajibannya. Seharusnya model pembelajaran orang dewasa (andragogi) sudah dapat diterapkan pada mahasiswa S2, tidak perlu lagi harus dikondisikan situasi kondusif untuk belajar, diberikan apersepsi, dimotivasi dan segala macam strategi pengajaran atau pendekatan harus diterapkan oleh dosen mahasiswa harus punya motivasi internal yang kuat untuk menuntut ilmu.
Bertolak dari fakta dan kondisi ideal yang telah diuraikan di atas, cukup menjadi alasan penulis tertarik untuk meneliti dengan judul, “Pengaruh Model Pembelajaran dan Penguasaan Diksi terhadap Keterampilan Menulis Karya Ilmiah.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang di atas, masalah dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut:
1. Apakah terdapat perbedaan keterampilan menulis karya ilmiah antara maahasiswa yang penguasaan diksinya tinggi dengan mahasiswa yang penguasaan diksinya rendah?
2. Apakah terdapat perbedaan keterampilan menulis karya ilmiah mahasiswa yang diajarkan dengan model pembelajaran kooperatif dengan mahasiswa yang diajarkan dengan model konvensional?
3. Apakah terdapat pengaruh model pembelajaran dan penguasaan diksi terhadap keterampilan menulis karya ilmiah?

C. Tujuan Penelitian
Secara operasional penelitian ini bertujuan ingin mendapatkan data empiris tentang :
1. Terdapat tidaknya perbedaan keterampilan menulis karya ilmiah antara maahasiswa yang penguasaan diksinya tinggi dengan mahasiswa yang penguasaan diksinya rendah.
2. Terdapat tidaknya perbedaan keterampilan menulis karya ilmiah mahasiswa yang diajarkan dengan model pembelajaran kooperatif dengan mahasiswa yang diajarkan dengan model konvensional.
3. Terdapat tidaknya pengaruh model pembelajaran dan penguasaan diksi terhadap keterampilan menulis karya ilmiah.

D. Manfaat penelitian
Temuan dalam penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan antara lain:
1. Memperluas wawasan akademik bagi penulis.
2. Dijadikan landasan bagi institusi perguruan tinggi dalam pengambilan kebijakan kampus.
3. Dapat dijadikan landasan penelitian lanjutan bagi peneliti pada bidang yang sama.

BAB II KAJIAN PUSTAKA
A. Hakikat Keterampilan Menulis Karya Ilmiah
Keterampilan menurut Salim (1991: 1824) dalam bahasa Inggris disebut juga skillfulness, yaitu kemahiran, kecakapan (kesanggupan), sedangkan Hamalik (1990:170) menyatakan bahwa keterampilan cenderung merujuk kepada tindakan-tindakan (intelektual atau jasmani) atau kepada reaksi-reaksi tertentu yang dilakukan dengan cara kompeten dengan maksud mencapai tujuan tertentu. Berdasarkan pandangan di atas, dapat dikatakan bahwa keterampilan adalah suatu kemahiran atau kecakapan dalam melakukan tindakan-tindakan baik tindakan intelektual maupun tindakan jasmani dengan cara yang kompeten untuk mencapai tujuan tertentu.
Kata keterampilan dalam penelitian ini dikaitkan dengan menulis sehingga menjadi keterampilan menulis. Menurut pandangan Hernacki, Resinger (2004: 25) proses menulis meliputi: pertama, pre writing stage, kedua drafting atau actual writing stege dalam tahapan ini mahasiswa mulai menulis; ketiga revishing stage, dalam tahapan ini mahasiswa didorong untuk memperbaiki baik dalam hal isi maupun tata bahasa; keempat editing stage dan yang terakhir publishing atau presen-tation stage. Rieken (1993: 291) mengatakan bahwa menulis merupakan aktivitas yang melibatkan pikiran atau ide dan mentranfernya ke atas kertas. Sabarti, Maidar dan Sakura (1999: 2) berpendapat , tidaklah berlebihan jika dikatakan bahwa kemampuan menulis merupakan kemampuan yang kompleks, yang menuntut sejumlah pengetahuan dan keterampilan. Untuk menulis sebuah karangan yang sederhana pun secara teknis dituntut memenuhi persyaratan dasar seperti ketika menulis karangan yang rumit. Persyaratan itu di antaranya memilih topik, membatasinya, mengembangkan gagasan, menyajikannya dalam kalimat dan paragraf yang tersusun secara logis dan sebagainya.
Parera (1993:3) membedakan tulisan atau komposisi menjadi dua komposisi yang mengarah kepada penulisan ilmiah disebut Tulisan Ilmiah dan komposisi yang bersifat umum disebut karangan. Selanjutnya yang termasuk dalam bentuk keterampilan menulis adalah (1) keterasmpilan bahasa dan membahasakan, (2) keterampilan penyajian, (3) keterampilan pewajahan. Yang termasuk dalam keterampilan bahasa dan membahasakan ialah keterampilan penggunaan ejaan, tanda baca, pembentukan kata, pemilihan kata atau diksi, penggunaan kalimat, pengefektivan kalimat, dan membahasakan pikiran dengan cermat, tepat logis serta konsisten. Dalam konteks ini yang akan diteliti dibatasi hanya pada pilihan kata atau diksi saja.
Berdasarkan beberapa pandangan para ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa keterampilan menulis adalah kemahiran mengungkapkan gagasan secara tertulis serta mngorganisasikan gagasan tersebut dengan kalimat yang tepat sesuai tujuan dan situasinya serta memperhatikan ejaan yang disempurnakan.

B. Model Pembelajaran
Maraknya penerapan model pembelajaran menandai pergeseran paradigma pendidikan dari pengajaran ke pembelajaran. Perbedaan kedua istilah tersebut adalah pengajaran menyoroti pendidikan yang perwujudan nyatanya dalam kegiatan belajar mengajar (KBM) lebih terfokus kepada guru sebagai subjek yang mentranformasikan ilmu kepada siswa. Sebaliknya pembelajaran memandang siswa sebagai subjek yang belajar, sehingga terfokus kepada siswa. Namun demikian pembelajaran atau instruction biasanya terjadi dalam situasi formal yang sengaja diprogramkan oleh guru dalam usahanya mentranformasikan ilmu yang diberikannya kepada peserta didik , berdasarkan kurikulum dan tujuan yang hendak dicapai (Rasyad:2006:11).
Pembelajaran merupakan suatu sistem, yang terdiri dari berbagai komponen yang saling berhubungan satu dengan yang lain. Komponen tersebut meliputi: tujuan, materi, metode dan evaluasi (Rusman:2010:1). Keempat komponen pembelajaran tersebut harus diperhatikan oleh guru dalam memilih dan menentukan model-model pembelajaran apa yang akan digunakan dalam pembelajaran. Sedangkan model pembelajaran adalah suatu rencana atau pola yang dapat digunakan untuk membentuk kurikulum (rencana pembelajaran jangka panjang), merancang bahan-bahan pembelajaran, dan membimbing pembelajaran di kelas atau yang lain (Joyce & Weil, 1980: 1). Model pembelajaran dapat dijadikan pola pilihan, artinya guru boleh memilih model pembelajaran yang sesuai dan efisien untuk mencapai tujuan pendidikan.
Walaupun model-model pembelajaran sebenarnya telah dikembangkan oleh para ahli pendidikan di dunia sejak tahun 1980, namun di Indonesia penerapan model-model pembelajaran ini baru sepuluh tahun terakhir ini banyak dilakukan oleh guru di dalam proses KBM. Implementasi model-model pembelajaran tersebut, mengiringi diberlakukannya kurikulum berbasis kompetensi (KBK) tahun 2004. Di antara model-model pembelajaran yang banyak diaplikasikan oleh guru akhir-akhir ini, dua model yang dipilih penulis untuk diterapkan dalam penelitian ini yaitu: (1) Model pembelajaran kontekstual dan (2) model pembelajaran kooperatif. Alasan penulis memilih kedua model pembelajaran di atas lehih karena sampai saat ini model yang paling banyak diminati dan sesuai dengan kurikulum berbasis satuan pendidikan (KTSP) serta penerapannya di kelas sejalan dengan tuntutan pengembangan profesi guru yang harus melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom action research).

C. Penguasaan Diksi
Sebuah tulisan yang baik terbentuk dari kata-kata sesuai sesuai ide pokok tulisan, oleh karena itu para penulis harus memperhatikan pembaca sasaran. Dalam memilih sebuah kata diperlukan ketelitian, Pustejovky (2004:1) mengungkapkan bahwa sampai tingkat tertentu, setiap kata dapat bersifat taksa ( ambigu), bahkan kata-kata yang tampaknya hanya memiliki satu makna dapat menunjukkan makna ganda dalam konteks yang berbeda-beda. Menurut pandangan Finoza (2004:91) diksi adalah hasil dari upaya memilih kata tertentu untuk dipakai dalam tuturan bahasa. Penulis perlu memilih di antara kata-kata yang memiliki kesamaan dan kemiripan arti, tetapi memiliki dampak berbeda bagi orang lain atau pembaca.
Lado (1995: 118) mengemukakan pula beberapa cara yang dapat dilakukan untuk memahami makna suatu kata dalam bacaan, di antaranya: (1) dengan mendefinisikan konteks (2) dengan menggunakan sinonim. Menurut Sugono (1995: 82) bahwa dalam penyusunan kalimat diperlukan kecermatan dalam memilih kata supaya kalimat yang dihasilkan memenuhi syarat sebagai kalimat yang baik. Dalam memilih kata Akhadiah, dkk. (1995: 83) mengemukakan dua persyaratan pokok yang harus diperhatikan, yaitu ketepatan dan kesesuaian.
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa penguasan diksi, merupakan suatu pemahaman dan kesanggupan seseorang dalam memilih kata yang meliputi penggolongan kata (kata umum dan kata khusus, abstrak, konkret), jenis makna denotatif dan konotatif, relasi makna (sinonim, antonim, homonim, homofon) dan perubahan maksna (makna meliuas, menyempit, eufemia, disfemia). Setepat dan secermat mungkin.

BAB III KERANGKA BERPIKIR DAN HIPOTESIS PENELITIAN
A. Kerangka Berpikir
Berdasarkan uraian teori di atas, dapat disarikan kerangka berpikir sebagai berikut:
1. Perbedaan keterampilan menulis karya ilmiah mahasiswa yang memiliki kemampuan diksi tinggi dengan yang memiliki kemampuan diksi rendah.
Agar mahasiswa terampil menulis karya ilmiah, maka banyak komponen yang harus dikuasai, salah satunya adalah diksi.
2. Perbedaan keterampilan menulis karya ilmiah mahasiswa yang diajarkan dengan model pembelajaran kooperatif dengan mahasiswa yang diajarkan dengan model konvensional.
Agar mahasiswa terampil menulis karya ilmiah, maka dosen menerapkan –model-model pembelajaran, salah satu model pembelajaran yang diduga mampu meningkatkan keterampilan menulis adalah model pembelajaran kooperatif.
3. Pengaruh model pembelajaran dan penguasaan diksi terhadap keterampilan menulis karya ilmiah. Diduga terdapat pengaruh model pembelajaran dan penguasaan diksi terhadap keterampilan menulis karya ilmiah.

B. Pengajuan Hipotesis
Berdasarkan uraian teori dan kerangka berpikir di atas, dapat diajukan hipotesis sebagai berikut:
1. Terdapat perbedaan keterampilan menulisn karya ilmiah mahasiswa yang memiliki kemampuan diksi tinggi dengan yang memiliki kemampuan diksi rendah.
2. Terdapat perbedaan keterampilan menulis karya ilmiah mahasiswa yang diajarkan dengan model pembelajaran kooperatif dengan mahasiswa yang diajarkan dengan model konvensional.
3. Terdapat pengaruh model pembelajaran dan penguasaan diksi terhadap keterampilan menulis karya ilmiah.

BAB IV METODE PENELITIAN
A. Rancangan Penelitian
Desain penelitian dapat digambarkan seperti yang tertera dalam tabel di berikut ini.

Tabel 1: Desain Eksperimen 2 X 2
Variabel Perlakuan
Variabel Atribut Model Pembelajaran (A)
Kooperatif (A1) Konvensional (A2)

Penguasaan Diksi
(B)
Tinggi (B1)
(A1B1)
(A2 B2)

Rendah (B2)
(A1B2)
(A2B2)
Keterangan:
Variabel terikat (Y): Keterampilan menulis karya ilmiah
Unit Analisis : Mahasiswa FKIP Bahasa Indonesia Untirta
Variabel bebas :
- Perlakuan (A) : Model Pembelajaran
: A1 (Model Kooperatif)
: A2 (Model Konvensional)
- Atribut (B) : Penguasaan Diksi
: (B1) Tinggi
: (B2) Rendah


B. Lokasi dan waktu Penelitian
Penelitian ini direncanakan akan dilaksanakan di Untirta, Jl. Raya Jakarta, Pakupatan Serang Timur Banten.
Adapun waktu pelaksanaan penelitian direncanakan pada semester 3 tahun akademik 2011/2011.

C. Populasi dan Sampel
Populasi terjangkau dalam penelitian ini adalah mahasiswa S1 FKIP Jurusan Pendidikan bahasa Indonesia, dari 7 kelas yang ada, dipilih 2 kelas secara randon sederhana menggunakan pengundian. Dua kelas yang terpilih masing-masing terdiri dari 30 responden sebagai sampel dipilih satu kelas sebagai kelas eksperimen (yang mendapat perlakuan model pembelajaran kooperatif) dan satu kelas lagi menjadi kelas kontrol. Dengan demikian sampel keseluruhan terdiri dari 60 mahasiswa.

D. Variabel penelitian
Variabel dalam penelitian ini terdiri dari dua variabel bebas yaitu (1) penerapan model pembelajaran dan (2) penguasaan diksi. Satu variabel terikat yaitu ketrampilan mahasiswa menulis karya tulis ilmiah.

E. Instrumen Penelitian
Instrumen dalam penelitian ini terdiri dari tes penguasaan diksi berupa 30 butir soal pilihan ganda dengan 5 pilihan jawaban. Sebelum instrument digunakan untuk mengumpulkan data terlebih dahulu diujicobakan pada 30 mahasiswa lain diluar sampel guna diketahui koefisien validitas dan reliabilitasnya.

F. Analisis Data
Data yang terkumpul melalui hasil test pilihan ganda berupa skor yang diperoleh mahasiswa dideskripsikan, ditabulasikan dan dilakukan uji persyaratan analisis: (1) uji normalitas menggunakan menggunakan Liliefors dan (2) homogenitas menggunakan uji Bartlett.
Selanjutnya dilakukan uji hipotesis menggunakan Analisis Varian (ANAVA) dua jalur, pengujian ini membandingkan koefisien Fhitung dibandingkan dengan Ftabel pada dk (0,05). Selain itu juga dilakukan pengujian koefisien (Q) uji Tukey untuk mengetahui pengaruh interaksi model pembelajaran dan penguasaan diksi terhadap keterampilan menulis.

DAFTAR PUSTAKA

Alwasilah, A. Chaedar. 2001. Membangun Kreativitas Menulis : Membenahi Pendidikan Bahasa di Perguruan Tinggi. Komposisi. Volume 2 Nomor 2.

Akhadiah, Sabarti., dkk. 1999. Pembinaan Kemampuan Menulis. Cetakan kedua belas. Jakrta: Erlangga.

Aqib, Zainal dan Elham Romanito. 2007. Membangun Profesionalisme Guru dan Pengawas Sekolah. Bandung: CV. Yrama Widya.

Chapman, Carmen. 1990. Autentic Writing Assecessment, Eric Degest. (http://ericae.net/db/edo/ed328606.html.

DePorter, Bobbi. Mark Reardon & Sarah Singer-Nourie. 2005. Quantum Teaching. Bandung: Mizan Media Utama.

Ediwarman, 2009. Pendekatan Makro dalam Pengajaran dan Implikasinya dalam Pengembangan Profesionalisme Guru. Klitika Volume 3, Nomor 1 April.

Keraf, Gorys. 1995. Diksi dan Gaya Bahasa. Cetakan kesepuluh. Jakarta: Gramedia

Mulyasa, E. 2005. Menjadi Guru Profesional Menciptakan Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan. Bandung : Remaja Rosdakarya.

Nandika, Dodi. 2007. Pendidikan di tengah gelombang perubahan. Jakarta: LP3ES.

Parera, Jos Daniel. 1993. Menulis Tertib dan sistematis. Cetakan ketiga, Jakarta: Erlangga.

Paryono, Yani. 2008. Diksi Pada Media Massa Cetak Jawa Pos dan Harian Surya di Surabaya. Bunga Rampai, Nomor 15, April.

Pustejovsky, James. 1999. Model of Lexical Meaning. http://www.cs.brandcis. Edu//-jamesp/models. Html.

Rasyad, Aminuddin. 2006. Teori Belajar dan Pembelajaran. Cetakan kelima. Jakarta: Uhamka Press & Yayasan PEP EX 8.

Risingger, Frederick. 2003. Improving Writing Skill Throught Social Studies, Blomington: Eric Digest (on line). Available at http://ed. Govl databased/Eric digest/Ed.

Rusman, 2010. Model-Model Pembelajaran Mengembangkan Profesionalisme Guru. Bandung: Mulia Mandiri Press.

Sugono, Dendy. 1999. Berbahasa Indonesia dengan Benar. Jakarta: Erlangga.

Undang-Undang Guru dan Dosen (UU RI No. 14 Tahun 2005). 2006. Yakarta: Sinar Grafika.

Uno, B. Hazah. 2008. Model Pembelajaran Menciptakan Proses Belajar Mengajar yang Kreatif dan Efektif. Cetekan kedua. Jakarta: Bumi Aksara.

Usman, Moh. Uzer. 1997. Menjadi Guru Profesional. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Wena, Made. 2009. Strategi Pembelajaran Inovatif Kontemporer Suatu Tinjauan Konseptual Operasional. Jakarta: Bumi Aksara.





Lampiran 1
JADUAL KEGIATAN PENELITIAN
1. Jadwal Kegiatan Peneliti
No Kegiatan Bulan ke-
1 2 3 4 5 6
1 Penyusunan proposal 
2 Studi Pustaka 
3 Pembuatan Instrumen 
4 Ujicoba Instrumen  
5 Konsultasi Pembimbing 
6 Pengambilan Data  
7 Analisis Data  
8 Konsultasi/Pembimbingan  
9 Uji Persyaratan Analisis  
10 Konsultasi Pembimbing 
11 Penyempurnaan laporan 

Keterangan no 2 bulan 1 persiapan Seminar proposal (belum)
5 bulan 2 persiapan Ujian tahap 1 (belum)
11 bulan 5 persiapan Ujian tahap 2 (sudah)









Lampiran 2
Referensi Jurnal dan Majalah
1. Kompisisi Volume 2 Nomor 2 Tahun 2001 ISSN 1411-3732
2. Klitika Volume 3 No.1 Tahun 2009 ISSN 0852-2464
3. Bunga Rampai Hasil Pen elitian Bahasa dan Sastra No. 15 April 2008 ISSN 1412-3517

0 komentar: